Ucapan tersebut bukan tanpa alasan. Bezzecchi dianggap punya kombinasi ideal antara teknik balap yang matang, ketenangan dalam tekanan, dan kecepatan murni yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi. Rivola percaya jika Aprilia mampu menjaga stabilitas teknis motornya, peluang Bezzecchi menjadi juara dunia sangat terbuka.
Menanggapi pujian itu, Bezzecchi merespons dengan kerendahan hati. Pembalap yang kini menghuni posisi keempat klasemen MotoGP 2025 dengan 254 poin itu mengaku tersanjung, namun menegaskan bahwa gelar juara dunia tak akan datang tanpa kerja keras.
“Itu akan menjadi mimpi seumur hidup, tapi yang terpenting adalah terus bekerja setiap hari agar semakin dekat dengan tujuan itu,” kata Bezzecchi.
Performa Bezzecchi sepanjang musim ini memang menunjukkan kematangan signifikan. Selain dua kali podium dan satu kemenangan di sprint race, dia konsisten finis di lima besar di berbagai lintasan berbeda. Hanya terpaut 20 poin dari Francesco Bagnaia di posisi ketiga, peluang Bezzecchi untuk menembus tiga besar masih sangat terbuka.
Rivola menilai pencapaian itu adalah sinyal positif bahwa Aprilia kini punya pembalap yang mampu bersaing melawan raksasa seperti Ducati, KTM, dan Yamaha.