Pelita Jaya Jakarta mencoba bangkit pada kuarter kedua. Tim asuhan David Singleton mulai bermain lebih agresif dengan mengandalkan Perrin Buford dan Darious Moten sebagai penggerak serangan.
Perrin Buford dan Darious Moten mampu menyumbang banyak poin penting untuk Pelita Jaya. Upaya itu membuat jarak mulai terpangkas, meski Bogor Hornbills tetap memimpin 45-31 saat halftime.
Memasuki kuarter ketiga, tensi pertandingan semakin meningkat. Pelita Jaya tampil lebih trengginas untuk mengejar ketertinggalan, sementara Bogor Hornbills mencoba menjaga keunggulan lewat permainan defensif.
Pertahanan Bogor Hornbills menjadi faktor penting dalam fase ini. Meski terus ditekan, mereka tetap mampu meredam serangan Pelita Jaya dan menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 53-46.
Drama semakin terasa pada kuarter keempat. Bogor Hornbills memilih bermain lebih hati-hati dengan pola bertahan, sedangkan Pelita Jaya terus menekan untuk membuka peluang comeback.