Bintang F1 Lewis Hamilton Akui Dapat Ujaran Rasis di Sekolah: Saya Dilempar Pisang!

Andhika Khoirul Huda
Pembalap Mercedes-AMG Petronas Lewis Hamilton saat menjadi juara Formula 1 GP Rusia 2021 di Sirkuit Sochi Autodrom, Minggu (26/9/2021) malam WIB. (Foto: REUTERS/Anton Vaganov)

“Di sekolah khusus itu saya adalah salah satu dari tiga anak kulit berwarna dan saya lebih besar, lebih kuat, tapi anak-anak yang mengintimidasi sering melemparkan saya ke mana-mana, memukul saya terus-menerus, dan kerap kali melempar saya dengan berbagai benda, seperti pisang, atau memanggil saya ‘negro’ begitu santai. Orang-orang juga memanggil saya 'setengah kasta' dan tidak tahu di mana kamu cocok. Itu untukku sulit,” tambahnya.

"Di sekolah (menengah) saya, ada enam atau tujuh anak kulit hitam dari 1.200 anak dan kami bertiga ditempatkan di luar kantor kepala sekolah sepanjang waktu. Kepala sekolah hanya mengeluarkannya untuk kami dan khususnya saya,” tuturnya.

Hamilton merasa bahwa sistem yang ada di Negeri Raja Charles sangat bertentangan dengan hidupnya. Akan tetapi, dia tak pernah mengadu kepada orang tuanya tentang perlakuan buruk teman-temannya karena dia tak ingin ayahnya khawatir bahwa dirinya tak mampu melewati cobaan tersebut.

"Saya merasa sistem melawan saya dan saya berenang melawan arus. Ada banyak hal yang saya tekan,” jelas pembalap kelahiran Stevenage, Inggris itu.

"Saya tidak merasa bisa pulang dan memberi tahu orang tua saya bahwa anak-anak ini terus memanggil saya kata-kata kotor, atau saya diintimidasi atau dipukuli di sekolah hari ini, saya tidak ingin ayah saya berpikir saya tidak kuat,” ungkapnya.

Hamilton sendiri memang terkenal sering menyuarakan perlawanannya kepada perlakuan rasis yang diterima orang-orang kulit hitam, terutama di dunia olahraga. Dia terus mengampanyekan gerakan ‘Black Lives Matter’ dengan berbagai kaus yang bertuliskan pesannya hingga berlutut sebelum membalap. 

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Unjuk Teknologi, BYD Siap Tantang Ferrari dan McLaren di Formula 1

57 tahun lalu

Kenapa Sirkuit Mandalika Belum Layak Gelar F1? Begini Penjelasannya

57 tahun lalu

Perang Timur Tengah, Balap F1 di Bahrain dan Arab Saudi Dibatalkan

57 tahun lalu

Krisis Timur Tengah Mengancam Kalender F1 2026: GP Bahrain dan Arab Saudi Bisa Batal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal