Setelah berhasil memenangi gim kedua dengan skor tipis 21-19, Jonatan tampil jauh lebih percaya diri di gim ketiga. Dia menguasai jalannya permainan sepenuhnya dan menutup laga dengan kemenangan 21-9. Performa gemilang itu mengantarkan Jonatan ke partai puncak turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.
“Puji Tuhan, Tuhan bantu dan akhirnya bisa menang,” ucap Jonatan penuh rasa syukur setelah memastikan tiket final. Atlet berusia 28 tahun itu mengakui bahwa kemenangan ini bukan hanya soal teknik, tapi juga tentang mentalitas juara yang tidak mudah menyerah dalam kondisi sulit.
Di partai final, Jonatan akan berhadapan dengan tunggal Denmark, Magnus Johannesen, yang juga tampil solid sepanjang turnamen. Pertemuan keduanya dijadwalkan berlangsung di Saarlandhalle, Jerman, Minggu (2/11/2025) malam WIB.
Bagi Jonatan, laga ini menjadi kesempatan emas untuk menutup tur Eropa dengan gelar juara. Setelah performa naik turun di beberapa turnamen sebelumnya, final Hylo Open 2025 menjadi momentum penting bagi peraih medali emas Asian Games 2018 itu untuk kembali menunjukkan kelasnya sebagai tunggal putra elite dunia.
Kemenangan atas Lanier juga memperlihatkan ketenangan dan kedewasaan Jonatan dalam menghadapi tekanan. Meski mengakui performanya belum maksimal, dia membuktikan bahwa semangat pantang menyerah bisa menjadi senjata utama untuk menembus final.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada laga puncak Hylo Open 2025. Publik Indonesia berharap Jonatan mampu menuntaskan perjuangannya dengan trofi juara dan mengibarkan Merah Putih di Saarbrücken.