"Saya merasa luar biasa. Saya sangat bersyukur. Ini adalah medali emas pertama saya setelah Olimpiade. Saya hampir tidak menyentuh dinding saat latihan, lalu langsung bertanding di Madrid, Krakow, dan sekarang di Chamonix," kata Veddriq, dikutip dari laman resmi World Climbing, Minggu (12/7/2026).
Pada sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi juga tampil luar biasa. Dia memastikan medali emas setelah mencatatkan waktu 6,22 detik pada babak final dan mengalahkan wakil Italia, Giulia Randi, yang membukukan waktu 6,51 detik.
Sementara posisi ketiga ditempati atlet tuan rumah Prancis, Capucine Viglione, yang berhak membawa pulang medali perunggu pada nomor speed putri.
Desak mengaku datang ke Chamonix dengan tekad memberikan penampilan terbaik dan menikmati setiap pertandingan yang dijalani. Kerja kerasnya sepanjang turnamen pun berbuah manis dengan raihan medali emas untuk Indonesia.
"Saya menampilkan performa terbaik dan benar-benar menikmati pertandingan. Saya bahagia bisa mempersembahkan medali emas ini untuk negara dan tim saya," ujar Desak.