Namun, Anthony menegaskan dominasi tunggal putra saat ini tidak lagi terpusat pada satu pemain. Banyak atlet muda bermunculan dan mampu bersaing di turnamen besar, membuat peta kekuatan semakin dinamis.
Pebulu tangkis asal Cimahi, Jawa Barat itu mencontohkan hasil turnamen yang menunjukkan juara berganti-ganti dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut menjadi bukti ketatnya persaingan di sektor tunggal putra.
"Terus sisanya ya paling ya pemain-pemain muda lah, maksudnya ya kalau kita lihat lagi flashback lagi ya gantian aja sih yang juara kan. Kemarin juga di Malaysia, Thailand, Anders Antonsen itu juga juara," jelas Anthony.
Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu menilai posisi ranking tinggi tidak lagi menjadi jaminan untuk merebut gelar juara. Menurut dia, jarak kualitas antarpemain elite kini semakin tipis.
"Jadi memang ya tadi saya bilang, enggak bisa meskipun ranking 1, ranking 2, atau top 5 sekalipun enggak bisa memastikan kalau juara gitu," papar Anthony.