Menurut Eng Hian, bermain di dua sektor memberi peluang munculnya kualitas lain dari para pemain.
“Dengan bermain rangkap, kami bisa melihat potensi lain yang mungkin keluar dari atlet-atlet tersebut,” sambungnya.
Selain fokus pada Apriyani dan Lanny, PBSI juga menilai keputusan ini berdampak positif bagi Daniel dan Taufik. Dua pemain muda tersebut dinilai bisa mendapatkan pengalaman berharga dari seniornya.
“Selain itu, Daniel dan Taufik bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Apri/Lanny yang sudah lebih senior. Pengembangan kemampuan bermain di dua sektor juga akan membawa dampak positif bagi mereka,” pungkas Eng Hian.
Langkah ini memperlihatkan pendekatan strategis PBSI dalam membangun kedalaman skuad. China Masters 2026 bukan sekadar ajang berburu gelar, melainkan panggung evaluasi untuk memetakan potensi kombinasi baru di masa depan.