Untuk menutup celah tersebut, dia menjalani program latihan khusus yang menggabungkan rehabilitasi fisik, peningkatan kekuatan, dan latihan mental. Anthony menyebut rasa nyeri akibat cedera kini berkurang signifikan sehingga pengerjaan aspek non‑teknis jadi fokus agar performa dapat keluar saat pertandingan.
“Sejauh ini cederanya sudah membaik, jadi saya fokus improve non‑teknis juga. Teknis latihan sudah siap 100 persen, tapi kalau non‑teknis ada masalah sedikit itu yang mengganggu di lapangan,” ujar Anthony, menjelaskan prioritas latihanannya tanpa melebihkan klaim.
Manajemen pelatnas dan tim pelatih menilai target masuk 20 besar realistis asalkan Anthony konsisten ke turnamen, meraih poin, dan menjaga kebugaran. Pergerakan ranking BWF masih memungkinkan meningkat bertahap dalam beberapa bulan jika hasil turnamen mendukung dan tidak ada kemunduran cedera.
Ambisi Anthony jadi sorotan mengingat persaingan tunggal putra sangat ketat. Namun langkah yang terukur—fokus pada kesehatan, teknik, dan mental—menjadi kunci agar dia kembali ke performa puncak dan memenuhi target peringkat sebelum akhir musim 2026.