Alwi menjelaskan ketenangan menjadi faktor penting yang membuat dia mampu mengendalikan permainan. Pada gim kedua, dia melihat momen ketika Li Shi Feng mulai kehilangan kontrol.
"Tadi di gim kedua setelah dia unggul jauh malah ada beberapa poin dia melakukan kesalahan sendiri. Dan di situ adalah momen kebangkitan saya, saya tahu, saya bisa merasakan tekanan yang dia rasakan jadi saya tambah sedikit lagi memberi dia tekanan sehingga saya bisa balik pegang kendali sepanjang sisa laga," kata Alwi.
Dia juga mengaku sempat terkejut saat pertemuan pertama menghadapi Li Shi Feng. Permainan lawannya saat itu berbeda dari yang dia bayangkan sebelumnya.
"Di pertemuan pertama pastinya merasa agak shock karena tidak menyangka permainan dia berbeda dengan yang saya lihat tapi hari ini alhamdulillah saya bisa penyesuaian, bisa lebih siap untuk menghadapi dia," sambungnya.
Meski berhasil melaju ke final Swiss Open 2026, Alwi menegaskan dia tidak ingin larut dalam euforia kemenangan. Dia memilih tetap fokus karena masih ada pertandingan penentuan gelar.
"Saya sudah menahan diri saya sepanjang laga untuk tidak berlebihan. Jadi, ketika menang saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata," ucapnya.
"Saya hanya bisa melepaskan emosi yang ada di dalam diri saya. Makanya tadi selebrasinya cukup ekspresif," tambahnya.