"Ketika saya bukan berarti enggak respek ya, cuma jangan terlalu menghargai lawan sedemikian rupa karena saya harus menempatkan diri saya karena saya bisa melawan mereka juga," ujar Alwi.
"Jadi pastinya menghargai, tapi saya punya keinginan untuk menang juga. Apa pun yang terjadi di lapangan, baik senior atau junior, semuanya ingin memiliki kemenangan yang sama," lanjut pemain ranking 10 dunia tersebut.
Alwi mengatakan perubahan mentalnya mulai terbentuk sejak tampil di Sudirman Cup 2025. Turnamen beregu tersebut menjadi pengalaman penting karena dia berkesempatan menghadapi pemain-pemain terbaik dunia.
Salah satu momen yang paling berpengaruh adalah ketika dia berhadapan dengan tunggal putra Denmark, Anders Antonsen. Dalam pertandingan tersebut, Alwi mendapat banyak masukan dari Jonatan Christie yang berada di belakangnya sebagai senior.
"Sejak saya bertemu Anders Antonsen di Sudirman Cup. Karena di belakang saya ada Ko Jonatan (Christie) juga. Jadi Ko Jo waktu itu mungkin membuat saya tahu apa yang dipikirkan Ko Jonatan ketika bermain," kata Alwi.