Namun emosi Rins mereda setelah menonton tayangan ulang insiden di paddock Yamaha. Dia mengakui Marquez sebenarnya tidak punya ruang yang cukup untuk menghindari kontak karena di depannya ada Luca Marini.
“Tapi setelah melihat rekaman, dia tidak punya cukup downforce untuk menghentikan motornya karena ada Marini di depannya. Sekali waktu, itu bisa terjadi pada saya. Sekali waktu, itu bisa terjadi pada dia. Inilah balapan,” sambungnya.
Sementara itu, Marc Marquez juga langsung menunjukkan sikap sportif dengan meminta maaf secara pribadi kepada Rins tak lama setelah sprint race selesai. Pembalap Ducati Lenovo itu mengakui bahwa dirinya kesulitan mengendalikan motor di titik pengereman yang sangat keras.
“Saya sudah meminta maaf kepada Alex. Saya tidak bisa mengendalikan motor di titik pengereman keras pertama itu. Saya mulai kehilangan traksi ban belakang, ditambah efek slipstream dari pembalap di depan,” kata Marquez.
Marquez menjelaskan bahwa situasi di lintasan sangat sulit dikendalikan. Dia mencoba mengerem lebih awal, tetapi motornya tetap terdorong karena tekanan angin dari pembalap lain di depan.