“Kami beberapa kali bertemu di motorhome Valentino Rossi di Jerez (Spanyol). Dia berusaha mempertahankan kami semua sebagai satu grup. Sayangnya, itu tidak terjadi. Saya katakan kepadanya, jika saya tidak akan bekerja untuknya, saya akan berhenti saja,” ujar Briggs, dikutip The Race, Jumat (11/12/2020).
Mekanik asal Australia itu mengaku sama sekali tidak marah dengan keputusan yang diambil. Namun, Briggs merasa sedih karena tidak bisa pensiun dari ajang MotoGP bersama dengan Rossi.
“Ketika saya melihat lagi, saya tentu saja menyukai ide pensiun bersamaan dengan Valentino Rossi. Namun, bukan seperti itu kenyataannya,” ucap Briggs.
“Jika ada tawaran menarik dari yang lain, mungkinkah saya akan bertahan? Ini bukan hanya soal uang. Hanya menjadi mekanik biasa tanpa membagikan ilmu sudah cukup untuk membuat saya memutuskan berhenti,” ujarnya.
Sekali pun kerja sama keduanya secara profesional berakhir, Briggs dan Rossi akan tetap menjaga hubungan baik di luar lintasan.