JAKARTA, iNews.id – Alasan Apriyani Rahayu bermain rangkap di China Masters 2026 akhirnya diungkap PBSI sebagai bagian dari misi besar pengembangan potensi atlet.
Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, menegaskan keputusan menurunkan Apriyani di dua sektor bukan tanpa perencanaan. Turnamen Ruichang China Masters Super 100 yang berlangsung 10–15 Maret 2026 dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi.
Apriyani tidak hanya tampil di ganda putri bersama Lanny Tria Mayasari. Dia juga turun di ganda campuran dengan pemain muda Taufik Aderya dari babak kualifikasi.
"Menyoal main rangkap Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari di Ruichang China Masters Super 100 di mana Apri akan berpasangan dengan Taufik Aderya dan Lanny akan berpasangan dengan Daniel Edgar Marvino di ganda campuran, adalah program untuk penjajakan potensi ke depan. Dengan bermain rangkap, kami bisa melihat potensi lain yang mungkin keluar dari atlet-atlet tersebut," ujar Eng Hian di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Lanny juga menjalani peran ganda. Dia tampil di ganda campuran bersama Daniel Edgar Marvino dan memulai dari jalur kualifikasi.
"Selain itu, Daniel dan Taufik bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Apri/Lanny yang sudah lebih senior. Pengembangan kemampuan bermain di dua sektor juga akan membawa dampak positif bagi mereka," tambahnya.