3. Sebastian Vettel (14 Kemenangan)
Setelah meraih empat titel juara dunia bersama Red Bull, pembalap asal Jerman bergabung dengan Ferrari pada 2015. Dia pun dianggap mampu mengubah Ferrari bisa kembali bersaing di papan atas.
Sayang, setelah lima tahun bersama Ferrari, Vettel hanya bisa memenangkan 14 kemenangan, tanpa bisa menambah gelar juara dunia. Dia akhirnya kehilangan tempat, karena Ferrari lebih memprioritaskan Charles Leclerc.
2. Niki Lauda (15 Kemenangan)
Lauda dianggap sebagai sosok yang paling berani ketika pertama kali direkrut Ferrari pada 1974. Pasalnya, dia berani menyebut mobil rakitan Ferrari sebagai sampah ketika pertama kali mencobanya.
Namun, kecerdasan pembalap asal Austria itu mampu membuat Ferrari lebih baik. Dia bahkan sukses menjadi juara dunia pada 1975. Sayang, dia gagal mengulanginya pada 1976, usai tragedi kecelakaan di Nurgurgring.
Meski demikian, Lauda sukses mengulangi prestasinya, dan meraih gelar juara dunia kedua pada 1977. Setelah itu, dia meninggalkan Ferrari usai memberikan 15 kemenangan dan menuju Brabham pada 1978.