YEW Desak Bawaslu Investigasi Bantuan Telur yang Catut Nama Sultan

Ainun Najib
Yogyakarta Executive Watch (YEW) mendesak Bawaslu menginvestigasi praktik penggunaan program pemerintah untuk kampanye. (Foto : Ist)

YOGYAKARTA, iNews.id - Yogyakarta Executive Watch (YEW) menyebut penggunaan bantuan sosial dari pemerintah untuk kampanye salah satu pasangan calon adalah cara berdemokrasi yang tidak elegen. Praktik semacam ini adalah bentuk pelanggaran dan kecurangan. 

Ketua Yogyakarta Executive Watch (YEW) Fajar Mulia menyebut pihaknya menemukan menemukan berbagai indikasi kecurangan oleh salah satu paslon dalam masa kampanye. Praktik penggunaan bansos ini terjadi merata di tiga kabupaten yang melaksanakan pilkada. 

Fajar Mulia mencontohkan sejumlah pasangan calon yang diusung oleh partai tertentu menggunakan program pemerintah untuk kampanye. “Bahkan kami menemukan bansos berupa telur dan wajan yang mengatasnamakan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan putrinya,” kata Fajar, Selasa (8/12/2020).

YEW menyebut praktik semacam ini mengarah ke korupsi. Bansos yang berasal dari program Kementerian Sosial di masa pandemi Covid-19 disalahgunakan untuk mempengaruhi pemilih. “Kami sangat prihatin dan menyayangkan cara-cara berdemokrasi yang tidak bermartabat ini digunakan,” katanya. 

Melihat adaya indikasi korupsi  ini,  maka YEW mendesak lembaga negara anti korupsi untuk menyelidiki adanya kemungkinan oknum di organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat. 

“Kami mendesak Bawaslu, BPK hingga KPK untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap semua Bansos dari Kementerian Sosial yang berlabel pasangan calon maupun bantuan sosial lainnya dalam bentuk telur dan wajan dan melakukan penyelidikan terhadap oknum OPD yang terlibat,” ujarnya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kelelahan Menunggu Lama, Ibu di Cilegon Pingsan saat Antre Bansos

57 tahun lalu

Jelang Lebaran, Ratusan Lansia dan Penyandang Disabilitas Kota Madiun Terima Bansos

57 tahun lalu

Gelar Buka Bersama, Dharma Wanita Persatuan Kotabaru Bagikan Bantuan Sosial

57 tahun lalu

Kecewa Tak Dapat Bansos, Warga Bacok Kepala Dusun di Lampung Selatan

57 tahun lalu

Pakai Toga, 1.000 Warga Miskin di Pemalang Diwisuda Naik Kelas dari Penerima Bansos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal