Waspada DBD, Dinkes Kulonprogo Aktifkan Jumatik

Antara
Antisipasi DBD, Dinas Kesehatan Kulonprogo mengaktifkan kembali program juru pemantau jentik. (Foto: Ilustrasi/Ist)

"Potensi penularan kedua penyakit itu meningkat seiring tingginya curah hujan seperti saat ini. Mulai sekarang masyarakat harus mulai melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian rutin melakukan PSN dan menjaga stamina tubuh agar tidak mudah sakit. Khususnya agar tidak terkena penyakit DBD dan leptospirosis," katanya.

Rina mengatakan kecamatan dengan tingkat kasus DBD tinggi, yakni Wates, Nanggulan dan Pengasih. DBD merupakan penyakit yang cukup mengancam wilayah perkotaan.

Kemudian untuk leptospirosis, penyakit yang disebarkan oleh tikus itu tersebar di beberapa wilayah. Dari 10 kasus yang terjadi di 2021, temuan kasusnya ada di Kecamatan Kokap, Pengasih, Panjatan, Lendah, Wates, Girimulyo dan Nanggulan.

"DBD dan leptospirosis yang menjadi perhatian kami. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan," ujarnya

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Angin di Bandung Tumbangkan Puluhan Pohon, Sejumlah Kendaraan Rusak Tertimpa

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga

57 tahun lalu

Banjir Pekalongan Meluas Dipicu Luapan Sungai, Terparah di Kecamatan Tirto

57 tahun lalu

Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal