Dia mengakui, sebelum Pemilu dan Pilpres 2019 memang ada kekosongan jabatan di BKKBN karena ditinggal pensiun. Masalah itu juga sudah dirapatkan di istana, dan dikabarkan dirinya masuk dalam kandidat untuk mengisi kekosongan itu.
Seandainya memang diberikan amanah mengemban jabatan itu, Hasto melihat ada beban pekerjaan baru. Tugas bupati dan esselon I di pusat tentu berbeda. Tentu harus banyak belajar meski sebagai seorang dokter dia juga cukup menguasai masalah KB.
Selain itu dalam kaitan kependudukan, saat ini ada bonus demografi. Hal ini harus diselesaikan, agar masyarakat yang produktif bisa lebih berkembang. Termasuk bagaimana menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Serta masalah kemiskinan dan pengangguran yang masih tinggi. “Bonus demografi yang harus diperhatikan dalam bidang kependudukan,” katanya.