"Saya tidak mendapatkan bantuan lainnya dan hanya memiliki BPJS saja," ujarnya, Senin (5/8/2024).
Dia dengan bangga menceritakan kisah heroik dan perjuangannya untuk NKRI. Dia juga pernah mendapat surat tanda penghargaan Satya Lenjana Wira Dharma yang ditandatangani Menteri Loordinator Keamanan dan Pertahanan Keamanan Kepala Staf Angkatan Bersendjata Jenderal AH Nasution pada 26 Maret 1966. Tanda jasa ini menjadi salah satu bukti Mbah Sarno dahulunya merupakan seorang pejuang.
"Saya menjadi anggota militer sukarela sejak tahun 1960 sampai 1969. Pertama dimulai tahun 1960 menjadi Darul Islam, tentara Islam Indonesia di Jawa Barat," katanya.
Kemudian kedua dia ikut perang pemberantasan PRRI di Sumatra. Dia juga ikut memberantas Kahar Muzakkar di Sulawasi pada operasi ketiganya.
Kemudian di operasi keempat, dia penugasan ke Irian untuk merebut Irian Barat. Berbagai pengalamannya tersebut ternyata tak cukup membuatnya diakui negara sebagai veteran sehingga kini hidup terlunta-lunta sebatang kara.