"Kondisi ini tentu membahayakan bagi para nelayan yang melaut," ujarnya.
Seringkali nelayan kesulitan untuk menentukan arah pulang ke daratan karena memang tidak bisa melihat langsung ke daratan. Bahkan lampu Mercu suar yang terpasang sebagai petunjuk juga seringkali tidak terlihat dari lautan.
Beberapa hari lalu bahkan ada seorang nelayan yang meninggal dunia usai perahunya menabrak karang ketika kebingungan mengarahkan kapalnya saat hendak kembali ke pantai tempat mereka pergi sebelumnya.
"Kami terus mengeluarkan imbauan agar nelayan berhati-hati dan jika memungkinkan untuk tidak melaut terlebih dahulu,"ujarnya.
Dari pantauan iNews, kabut tebal juga terjadi di Kabupaten Bantul sebelah selatan seperti di Murtigading Kapanewon Sanden. Kabut juga terpantau terjadi di wilayah Kabupaten Sleman wilayah barat dan juga beberapa tempat lainnya.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG DIY Reny Kraningtyas menjelaskan kabut tersebut merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Hanya saja dia meminta kepada masyarakat untuk mencermati fenomena tersebut demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.