Ke depan, seluruh peserta akan didampingi langsung menggunakan fitur AI Financial Planner pada platform AID-Well untuk membantu pencatatan keuangan digital dan pengambilan keputusan finansial yang lebih presisi.
Program berdampak ini melibatkan tim lintas disiplin UNY yang terdiri atas Prof Wawan Sundawan Suherma, Dr Indra Febrianto, Hilmy Pradana Sundawan, Arum Suryaningtyas, serta melibatkan lima mahasiswa UNY.
Prof Wawan menargetkan sedikitnya 75 persen peserta mampu menggunakan pencatatan keuangan digital secara rutin, dan 60 persen di antaranya berhasil memisahkan keuangan pribadi serta usaha dalam tiga bulan pertama pendampingan.
Melalui kolaborasi internasional antara UNY dan PCI Muslimat NU Malaysia, program ini diharapkan dapat menjadi role model (percontohan) pemberdayaan diaspora Indonesia di berbagai negara lain. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa inovasi perguruan tinggi tanah air mampu memberikan kontribusi nyata di kancah dunia.