UII Sarankan Logo Halal yang Baru Direvisi

erfan erlin
UII menilai logo halal baru hasil gubahan BPJPH Kementerian Agama RI hanya mengedepankan unsur seni. (Foto : Kemenag)

Logo itu sudah seharusnya menjadi media komunikasi yang diterima secara universal. Sehingga logo halal mempunyai daya representasi komunikasi publik secara global, diterima universal. Logo lama sudah cukup representatif dan ada Sertifikasi Halal (SH) pula.

Dia juga tidak tahu secara pasti, apakah pembuatan logo halal yang baru ini telah melewati tahap komunikasi dengan berbagai stakeholder. "Kalau ada waktu, mohon direvisi kembali," harapnya.

Menurut dia, seharusnya logo halal ini juga mewakili keragaman bangsa Indonesia. Sehingga akan menjadi lebih baik bila ada peta Indonesia kemudian disandingkan logo halal. Peta Indonesia tersebut sudah mewakili kondisi keberagaman yang ada.

"Logo baru ini ternyata hilang tulisan halalnya. Orang awam justru  udah akrab dengan logo halal versi lama yang ada tulisan halal," ujar dia.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Warga Purworejo Rela Mandi Hujan Rebut 7 Gunungan di Momen Isra Mikraj

57 tahun lalu

Prosesi Gunungan Haul Ki Ageng Jaka Tarub Ricuh, Lansia dan Emak-Emak Jatuh Terinjak

57 tahun lalu

Viral Kisah Garda Mahasiswa Kedokteran, Tak Malu Jual Tahu Bakso di Kampus

57 tahun lalu

Heboh Ribuan Warga Blora Berebut Puluhan Gunungan, Ada Anak Sakit Langsung Sembuh

57 tahun lalu

Gelar Ireda Fest 2023, Warga Keparakan Jogja Kenalkan Produk UMKM ke Pasar Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal