YOGYAKARTA,iNews.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan membantu para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Salah satunya dengan memberikan bantuan implan penyambung tulang. Dari laporan yang ada, banyak warga mengalami patah tulang akibat tertimpa bangunan roboh.
Tim peneliti UGM yang tergabung dalam grup riset CIMEDs (Centre for Innovation of Medical Equipment and Devices) akan menyumbang berbagai implan penyambung. Mereka yang terdiri atas narrow dynamics compression plate, small plate, broad plate, reconstruction plate, T plate, dan mini plate.
“Total jumlah implan yang disumbangkan sebanyak 100 implan,” kata Suyitno, dosen Teknik Mesin UGM yang merupakan group leader CIMEDs, saat penyerahan bantuan di Lobi Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM, Rabu (3/10/2018).
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada tim dokter bedah ortopedi UGM untuk dibawa ke Palu pada Kamis (4/10/2018). Implan ini merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan sejak tahun 2007. Pengembangan implan ini didasarkan pada morfometri tulang orang Indonesia dari data hasil pengukuran tulang.
Ide pengembangan implan ini dilatarbelakangi peristiwa gempa Bantul tahun 2006 yang memakan banyak korban jiwa dan korban luka berat dan ringan. Korban luka berat akibat bencana gempa saat itu lebih dari 70 persen adalah mengalami patah tulang.