Setelah didoakan gunungan ini pun menjadi rebutan warga. Mereka percaya apapun yang mereka dapat dalam rebutan gunungan tersebut menjadi sebuah rezeki.
Mahfud MD, salah satu tokoh nasional yang hadir sekaligus penasihat Gubernur DIY mengatakan, grebegan itu merupakan upacara keagamaan yang berbasis budaya Islam. Tradisi ini hanya dilaksanakan di Yogyakarta dan Solo.
"Ternyata Islam itu bisa hidup di mana-mana, termasuk di keraton," ujar dia.
Islam juga sudah dilaksanakan syariat-syaratnya oleh penduduk dan dikombinasikan di dalam variasi tampilannya, tanpa menghilangkan akidah keislaman. Kondisi ini menjadi simbol indahnya Bhineka Tunggal Ika yang menjadi rahmatan lil alamin.
Salah seorang warga, Rejo Wiyono, mengaku selalu datang untuk ikut berebut gunungan. Baginya hasil gunungan yang dia peroleh dalam rebutan ini dipercaya sebagai rezeki, yang merupakan pemberian dari Raja.
"Saya selalu datang untuk ikut rebutan. Ini berkah," ujarnya.