"Sedangkan yang dari Kulonprogo kami koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kulonprogo," katanya.
Joko mengatakan untuk tiga orang ini juga akan dilakukan swab untuk memastikan ada tidaknya paparan Covid-19. Rencananya, Sabtu (9/5/2020) swab ketiganya akan diambil.
Kronologi temuan kasus di Swalayan Indogrosir Mlati Sleman tersebut bermula pada 24 April, kasus 79 (seorang karyawan Indogrosir) dinyatakan positif. Kemudian pada 2 Mei dilakukan rapid test kepada 10 karyawan Indogrosir Mlati, lima orang di antaranya reaktif, dan dilanjutkan dengan tes PCR. Sampai dengan saat ini hasil uji lab PCR belum keluar.
"Sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih dirawat di ruang isolasi RS TNI AU Hardjolukito," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmaladewi.
Setelah itu pada 5 Mei dilakukan rapid test terhadap 196 karyawan, 30 di antaranya reaktif. Belum dilakukan uji swab, masih menunggu rumah sakit.
"Sehingga sampai saat ini total karyawan yang reaktif ada 57 orang. Dari jumlah tersebut 28 orang di antaranya merupakan warga Sleman dan telah diwajibkan untuk isolasi di rumah sakit," ucapnya.
Kemudian pada hari ini kembali dilakukan tes cepat terhadap 44 karyawan Indogrosir Mlati, dengan hasil tiga orang reaktif Covid-19. Dengan demikian total karyawan Indogrosir yang reaktif Covid-19 ada 60 orang, 30 orang di antaranya berdomisili di Sleman.