Melihat kobaran api, Ngadilah mengatakan dia dan suaminya langsung keluar lewat pintu belakang. Sejumlah warga mengetahui peristiwa itu dan sempat melihat ada dua orang pria yang mengendarai sepeda motor diduga pelaku. Warga berusaha mengejar namun pelaku dapat melepaskan diri.
“Yang rusak adalah kaca jendela, sementara gorden dan kursi terbakar. Tetangga membantu memadamkan,” ucapnya.
Ngadilah mengaku tidak tahu persis penyebab kejadian yang menimpa keluarganya itu. Dia merasa tidak pernah memiliki musuh atau mempunyai masalah dengan orang lain. Dia juga merasa tak pernah diancam oleh orang lain.
“Yang mengancam juga tidak ada,” ujarnya.
Ngadilah mengatakan saat kejadian dia dan suami sempat mendengar ada seseorang mengetuk pintu. Suaminya lalu bertanya dari dalam namun tak dijawab. Setelah itu langsung terjadi pelemparan bom molotov.
Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda DIY, Kombespol Yulianto membenarkan adanya aksi perusakan menggunakan bom molotov tersebut. Setelah kejadian petugas sudah melakukan olah empat kejadian perkara dan meminta keterangan dari korban.
“Kami masih menyelidiki dan semoga pelaku segera tertangkap,” ucapnya.