Tantangan Industri Batik Berat, GKR Hemas: Perajin Harus Inovatif Sasar Pasar Milenial

erfan erlin
Permaisuri Keraton Yogyakarta GKR Hemas membuka Seminar Batik Internasional di Royal Ambarrukmo Hotel, Selasa (29/8/2023).. (foto: MPI/Erfan Erlin)

Menurutnya, seni batik pada era modern idealnya dapat berkembang melintasi batasan ruang, waktu dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta teknologi terkini. Secara dasar, seni batik juga dapat dikembangkan secara fleksibel dalam menyikapi berbagai batasan formal. 

"Harapannya seni batik dapat berkembang lebih luas dengan dinamis namun tetap bijaksana, dalam artian tanpa meninggalkan pakem dasarnya," ujarnya.

GKR Hemas berharap Batik yang dikenal dunia sebagai warisan budaya bangsa Indonesia mampu berperan sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Industri batik harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi Indonesia. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Dukung Rumah Kreatif Cahayo Laut, PT Nusa Wana Raya Beri Bantuan Alat Membatik

57 tahun lalu

Sultan HB X dan Keluarga Datang Nyoblos di TPS, Ajak Warga Jangan Golput

57 tahun lalu

Ditemani Cucu Sri Sultan Hamengku Buwono X, Alam Ganjar Berkeliling Keraton Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal