Tak Ada Anggaran Perbaikan, 20 Alat Deteksi Dini Bencana Longsor di Gunungkidul Rusak

Antara
tanah longsor. (foto: doc/iNews.id)

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Sebanyak 20 alat deteksi dini (early warning system) bencana tanah longsor yang dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul rusak. Tidak ada alokasi anggaran pemeliharaan menjadi penyebab kerusakan. Padahal keberadaan alat ini sangat penting karena dipasang di lokasi rawan longsor. 

“Dari 30 EWS yang dipasang, tinggal 10 yang masih berfungsi aktif,” kata Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki di Gunungkidul, Kamis (8/4/2021). 

Edy mengatakan, peralatan tersebut dipasang di titik-titik rawan longsor. selain itu juga ada tujuh EWS tsunami yang sudah dipasang dan hanya satu yang berfungsi aktif. 

Pengelolaan dan pengawasan peralatan ini sudah diserahkan ke pemerintah desa. Hanya saja desa tidak memiliki anggaran untuk pemeliharaan. Mayoritas desa belum menganggarkan anggaran untuk perawatan EWS.  

“Kalau EWS tsunami masih menjadi kewenangan dari BNPB,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang NTT Pagi Ini, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa M5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa di Malang hingga Denpasar

57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Jember Jatim, Tidak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Daftar Wilayah yang Rasakan Gempa Bitung Magnitudo 5,8, Manado sampai Ternate

57 tahun lalu

Ambulans Bawa Pasien Terjebak Longsor di Mamuju

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal