SLEMAN, iNews.id - Perangkat radio amatir handy talky atau HT bisa menjadi alternatif untuk memudahkan komunikasi guru dan siswa dalam proses belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Selain lebih hemat, jangkauan sinyalnya pun luwas.
"Penggunaan perangkat HT, selain jangkauan bisa luas juga biaya bisa lebih murah, karena cukup beli perangkat di awal dan selanjutnya tidak keluar biaya lagi seperti untuk membeli kuota paket data," kata praktisi dan pegiat teknologi komunikasi Yogyakarta Dodi Wahyu Pranowo, Selasa (28/7/2020).
Menurutnya, memang untuk penggunaan perangkat HT ini harus ada frekuensi khusus, dan ini bisa diajukan ke dinas Kominfo setempat untuk dimintakan izin ke Kementerian.
"Ini untuk mengantisipasi adanya pengguna lain yang masuk dalam frekuensi saat berlangsungnya BDR. Tetapi harus sudah plot Izin Spektrum Radio (ISR), ini biaya juga relatif murah yakni satu tahun berkisar Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta," katanya.
Dia mengatakan, dengan perangkat HT ini untuk volume juga bisa lebih keras dan mudah didengar oleh penggunanya, dalam hal ini guru dan siswa. Harga perangkat HT di pasaran memang bervariasi, berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000.