"Jamuan itu mesti sama dengan prajurit. Beliau bahkan kerap membawa air minum sendiri,” tutur mantan Danjen Kopassus ini.
Jenderal Spartan
Mung Parahadimulyo lahir pada 11 Januari 1925. Pilihannya berkarier di militer setelah dewasa ternyata tidak keliru.
Rekam jejaknya moncer. Dia pernah menjabat Komandan Kompi IV Batalyon Nasuhi, Brigade Samsu, Divisi Siliwangi pada 1949. Setelah itu dipercaya sebagai komandan Pasukan Tengkorak (Danyonif Linud 305).
Mung juga terlibat dalam operasi RTP 1 untuk merebut Kota Tondano di Sulawesi Utara. Kecemerlangannya di medan tempur itu membawa di sebagai orang nomor satu di RPKAD pada 1958.
Setelahnya Mung dipercaya sebagai Pangdam IX/Mulawarman periode 1964-1970. Dia juga diketahui pernah menjabat sebagai Irjenad.