Lalu, Rektor Universitas Sanata Dharma Johanes Eka Priyatma hal surat edaran tentang aktivitas aksi Gejayan Memanggil pada Minggu, 22 September 2019, kepada segenap civitas akademika Universitas Sanata Dharma juga menegaskan Universitas Sanata Dharma tidak terlibat dan terikat secara institusional dalam gerakan tersebut.
Selain itu, pihaknya tidak mendukung gerakan tersebut oleh karena tidak jelasnya tujuan serta penanggung jawabnya. Kegiatan perkuliahan dan layanan administrasi perkantoran pada 23 September 2019 tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
“Universitas Sanata Dharma akan melakukan berbagai tindakan preventif yang perlu demi menjamin keselamatan, keamanan, dan ketertiban kehidupan kampus mulai 23 September 2019 dan hari-hari sesudahnya jika dipandang perlu,” katanya.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) juga mengeluarkan surat edaran No: 031/C.12/UKDW/2019 perihal edaran untuk tidak ikut aksi turun ke jalan kepada seluruh sivitas akademika UKDW. Dalam surat itu, Rektor UKDW Henry Feriadi menyampaikan beberapa poin.
Pertama, akan untuk demonstrasi jalanan tidak jelas tujuannya maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam aksinya, sehingga rawan untuk disusupi dan ditunggangi kepentingan politik atau maksud gelap lainnya.