Di pintu masuk utama tersebut ditempatkan petugas yang akan melakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung. Suhu tubuh pengunjung yang diperbolehkan masuk Malioboro maksimal 37,5 derajat celcius. Wisatawan dan seluruh pengunjung diwajibkan mengenakan masker.
“Tidak ada kompromi atau adu argumentasi apapun. Tanpa masker tidak boleh masuk Malioboro,” katanya.
Di area Maliboro juga disediakan tempat cuci tangan. Setidaknya ada 40 titik tempat cuci tangan yang sudah dilengkapi air mengalir, sabun, dan tisu.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, prosedur lain yang akan diuji coba di Malioboro penggunaan barcode. Pengunjung yang masuk harus memindai barcode terlebih dahulu. Ini untuk pendataan sehingga akan memudahkan proses tracing apabila nanti muncul penularan Covid-19.
“Dengan memindai barcode, maka kami bisa memantau pengunjung dan memudahkan pelacakan jika akan melakukan tracing kasus,” katanya.
Uji coba protokol baru tersebut, lanjut Heroe, tidak hanya dilakukan di Malioboro saja, tetapi juga meliputi Pasar Beringharjo, Taman Pintar dan Alun-Alun Utara Yogyakarta. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap.