RSUP Sardjito Masih Rawat 2 Pasien Anak Gangguan Ginjal Akut, Dokter Sebut Ada Kematian Sel

erfan erlin
Dokter Spesialis Anak RSUP dr Sardjito, dr Retno Palupi B.Med. Sc., M.Epid., M.Sc., Sp.A(K) dan dr Kristia Hermawan M.Kes. Sp.A saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait gangguan ginjal akut pada anak. (Foto : MPI/erfan errlin)

YOGYAKARTA, iNews.id- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito menyatakan masih merawat dua pasien anak dengan gangguan ginjal akut (AKI). Sebelumnya mereka menerima 13 pasien anak dengan gangguan ginjal akut, empat anak dinyatakan sembuh dan tujuh meninggal dunia. 

Dokter Spesialis Anak RSUP dr Sardjito, dr Retno Palupi B.Med. Sc., M.Epid., M.Sc., Sp.A(K) mengatakan, awalnya ada 13 anak yang masuk ke RSUP Dr Sardjito. Empat anak masih harus melakukan rawat jalan dengan satu masih pemantuaan untuk hemodialisisnya atau cuci darahnya. "Yang lain ada 7 pasien meninggal," kata dia, Selasa (25/10/2022).

Sedangkan dua pasien lagi masih rawat inap di RSUP Dr Sardjito, namun sudah tidak di ruang intensif, hanya di bangsal anak biasa. Mereka juga sudah tidak menjalani proses cuci darah sebagai bagian dari penyembuhan.

Dari tujuh pasien yang meninggal tersebut satu di antaranya sudah mereka ketahui penyakit yang mendasarinya. Pasien ini sudah dikeluarkan dari kategori gagal ginjal akut, namun karena sudah dilaporkan ke Kementrian maka nanti akan mereka tindak lanjuti.

Retno menambahkan, untuk pasien sembuh sebanyak empat anak itu dua dari DIY dan dua lagi berasal dari luar DIY. Dia menjelaskan pasien anak yang sembuh tersebut dalam artian fungsi ginjalnya mendekati normal. Misalnya fungsi ginjal itu 90 persen dan pasien ini sudah 88 persen. "Kondisi ini sudah jauh lebih baik ketika pertama kali masuk ke Sardjito," ujar dia.

Kemudian satu pasien yang sembuh tadi masih dalam monitoring untuk rawat jalan, di mana pasien tersebut memang masih harus menjalani cuci darah. Namun kemarin sudah kontrol dan kondisi ginjalnya sudah membaik.

Pasien berumur 13 tahun rujukan asal Jawa Tengah ini akan terus dipantau apakah masih diperlukan cuci darah atau tidak. Karena tren urium atau urinenya sudah membaik.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ngeri! Puluhan Anak Jalani Cuci Darah di RSHS Bandung, Ini Penyebabnya

57 tahun lalu

Cerita Pasien Idap Sakit Ginjal dan Cuci Darah Cuma untuk Perpanjang Hidup

57 tahun lalu

Kondisi Lukas Enembe Sebelum Meninggal, Rutin Cuci Darah di RSPAD

57 tahun lalu

Seluruh Kamar Rutan Kelas II B Mentok Diperiksa, Ada Apa?

57 tahun lalu

2 Warga Bantul Tewas gegara Miras Oplosan, 1 Orang Masih Dirawat di RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal