Andek berharap proses pengurukan lahan untuk landasan pacu bisa dilakukan selama 24 jam nonstop. Selama ini dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB. Sehingga ketika bisa dilakukan lebih panjang proses pembangunan akan lebih cepat. “Kalau bisa dipercepat, pembangunan akan semakin lancar,”tandasnya.
Project Manager Pembangunan Bandara NYIAPT Angkasa Pura I, Taochid Purnomo Hadi berharap proyek pembangunan bisa berjalan lancar dan baik, dan target operasi April 2019 bisa tercapai.
Saat ini penyempurnaan runway terus dilakukan, sembari membangun landside berupa terminal dan bangunan pendukung lainnya. “Kami masih yakin proyek akan tepat waktu dan di April 2019, sudah bisa beroperasi,” katanya.
Dia mengakui, saat ini ada beberapa kendala kecil di lapangan. Seperti masih adanya warga yang bertahan dan menolak untuk direlokasi. “Kita masih menunggu koordinasi dengan Komnas HAM, terkait warga yang masih bertahan dan merelokasi masjid,” tuturnya.
Ketua DPRD Kulonprogo, Ahid Nuryati mengapresiasi selamatan yang dilakukan. Kegiatan ini juga menjadi bagian melestarikan budaya Jawa. Apalagi pembangunan bandara ini tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga sosio kemasyarakatan.
“Bandara ini harus berdampak kepada masyarakat, bisa menangkap peluang, baik dalam tahap pembangunan hingga operasional nantinya,” ucapnya.
Kehadiran badara diharapkan bisa berkontribusi untuk menaikan anggaran pendapatan daerah. Banyak hal yang bisa dikembangkan, mulai budaya dan pariwisata dengan segala potensi yang ada.