Setelah diresmikan, nantinya diharapkan untuk membantu masyarakat di sekitar Kulonprogo agar dampak pembangunan benar dirasakan masyarakat dengan maksimal. "Memberikan pelatihan khusus diperlukan ketika bandara itu dioperasikan," katanya.
Mengenai jenis pelatihanya, kata Faik, akan menyesuaikan dengan lapangan pekerjaan yang dibutuhkan di bandara seperti avsec, pertukangan, teknik, grandhandling, tourism, pengetahuan turis dan bahasa asing.
"Proses konstruksi bisa memerlukan sampai 1.000 pekerja. Setelah operasi, banyak dibutuhkan bisa di katering, cleaning service, airlane. Banyak kesempatan karena bandara ini kapasitasnya besar," ujar Faik.
Proses pengadaan lahan bandara NYIA saat ini masih ada kendala karena 31 kepala keluarga (KK) yang masih tinggal di lokasi calon bandara NYIA. Masalah ini yang masih menjadikan pengadaan belum tuntas, meski uang ganti rugi sudah dititipkan di pengadilan.