Menurut Supandi, sesuai sosialisasi rencana pembangunan bandara di awal, telah dijanjikan akan dibuatkan jalan pengganti. Namun kenyataannya jalan tersebut sudah ditutup tanpa ada alternatif jalan lain.
“Pintu masuk dikunci dan jalan ditimbun dengan tanah dan pasir. Warga ingin jalan ini tidak ditutup dulu, sebelum jalan pengganti dibuat,” ujarnya.
Kepala Dukuh Nglawang Desa Jangkaran ini mengaku, tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait penutupan jalan tersebut. PT AP hanya memasang spanduk berisi pemberitahuan penutupan jalan akan dilakukan pada Senin, 25 Maret 2019.
“Pihak desa juga hanya diberika tembusan saja tanpa ada penjelasan lebih lanjut. Sama sekali tidak ada sosialisasi, tahu-tahu jalan ditutup,” katanya.
Penutupan jalan sepihak itu memancing reaksi warga sekitar bandara. Mereka kemudian ganti menutup jalan masuk ke proyek IPL di Pantai Congot. Warga menuntut akses jalan itu kembali dibuka sampai ada jalan pengganti. “Besok akan dimusyarahkan lagi, kalau warga tetap ingin ada jalan alternatif,” katanya.