Meski masih dalam taraf rintisan, dalam satu bulan produksi garam mencapai 1 ton. Jumlah ini bisa ditingkatkan ketika petani lebih fokus. Selama ini mereka menjadikan sebagai usaha sampingan selain mengurus lahan dan sebagai nelayan.
“Saya ingin kebutuhan garam kita penuhi dari sini, selama ini dari luar daerah,” katanya.
Suharsono mengatakan, Pemkab Bantul akan mengucurkan dana bantuan kepada masyarakat. Selain itu juga akan memberikan pelatihan produksi garam. Kuncinya petani harus fokus dan tidak menjadikan sebagai pekerjaan sampingan.
Sementara itu, nelayan Pantai Samas, Rujito mengatakan, mereka pernah mendapatkan bantuan modal. Saat itu dibangun beberapa bak penampungan air laut untuk memproduksi garam. Namun bantuan ini lenyap karena hanya dijadikan sampingan.
“Kalau harus fokus memang sulit. Kalau musim ikan, pasti akan memilih melaut,” katanya.