Sementara itu, Ketua Tim Program Pengembangan Desa Sehat Poltekkes Yogyakarta, Heru Subaris Karjono mengatakan ada beberapa tahapan pendampingan yang akan dilakukan. Mulai dari memicu kader dan tokoh masyarakat untuk berkomitmen mencegah stunting. Ini akan dilakukan di 10 pedukuhan yang menjadi sasaran program.
“Nanti juga dibagikan buku saku dan pedoman pencegahan, harapannya ada efek domino yang menyasar masyarakat luas.” katanya.
Heru mengatakan, pendampingan ini juga menyasar para remaja putri yang duduk di bangku SMP. Dari monitoring di wilayah ini masih ditemukan pernikahan dini yang dialami para lulusan SMP.
“Kami juga bagikan tanaman kelor dan alpukat untuk menambah nutrisi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Litbang Bappeda Gunungkidul, Rismiyadi berharap Poltekkes bisa menjadi akselerator pelaksanaan dan penuntasan program pemerintah. Jika memungkinkan pendampingan ini juga dilakukan di bebrapa kalurahan yang lain.
“Harapan kami, kerja sama ini bisa menjadi akselerator pelaksanaan dan penuntasan program pemerintah,” katanya.