Petani Timun di Gunungkidul Menjerit, Harga Anjlok Hanya Rp1.000 per Kg

Kismaya Wibowo
Petani Gunungkidul menjadikan timun sebagai camilan sapi karena harganya murah. (foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Harga timun di Kabupaten Gunungkidul anjlok karena melimpahnya produk di pasaran. Para petani terpaksa membagikan kepada warga secara gratis dan menjadikan timun sebagai camilan ternak. 

Petani di Gunungkidul Budi Susilo mengatakan, anjloknya harga timun ini mulai dirasakan petani sejak dua pekan belakangan. Setiap kilogramnya hanya laku Rp1.000 hingga Rp3.000, sehingga membuat petani merugi. 

“Kalau harganya segitu jelas rugi, tidak sebanding biaya dan tenaga,” kata Budi. 

Kondisi ini membuat para petani menjadi resah, karena bersamaan dengan masa panen. Produksi timun dalam pekannya hingga mencapai beberapa ton. Padahal saat awal masa panen harganya tembus Rp7.000 hingga Rp10.000. 

Petani juga membagikan timun ini kepada masyarakat yang membutuhkan secara gratis. Tidak sedikit yang menjadikan timun sebagai cemilan untuk ternak seperti kambing dan sapi. 

“Kami bagikan ke warga gratis. Bisa untuk camilan ternak,” kata petani yang tinggal di Pampang, Paliyan.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Kotabaru Panen Jagung di Desa Sebelimbingan

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Gunungkidul Ini Jadi Favorit Wisatawan Lokal, Cocok untuk Weekend Trip

57 tahun lalu

Tenda Drag Race di Gunungkidul Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Sejumlah Mobil Rusak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal