KULONPROGO, iNews.id – Petambak udang yang tergabung dalam Forum Petani Tambak Udang “Gali Tanjang” Kulonprogo, DIY menolak mengosongkan lahan tambak udang untuk dibangun sabuk hijau (green belt) sebagai pengaman bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA).
Mereka merasa sudah menjadi korban dan terancam digusur paksa tanpa ada solusi yang bisa memberikan kesejahteraan kepadanya.
Ketua Forum Petani tambak udang “Gali Tanjang”, Agung Supriyanto mengatakan petambak merupakan korban bandara. Sebelumnya mereka adalah petani yang tergusur bandara, sehingga mengembangkan budi daya udang. Beruntung dari usaha ini mereka bisa mengidupi keluarganya. Namun usaha ini justru terancam akan digusur dengan deadline waktu awal Maret untuk segera dikosongkan.
“Mohon jangan digusur, karena akan menimbulkan dampak sosial dan menjadikan konflik di masyarakat,” katanya saat berudiensi di DPRD Kulonprogo, Kamis (14/2/2019).
Petambak udang, kata dia, sejak 2017 lalu sudah menyingkir karena tambak udang miliknya tergusur proyek Bandara NYIA. Warga mengalah dan mencoba peruntungan dengan mmebangun tambak di sisi selatan kawasan bandara.