Permasalahan Sampah Belum Tuntas, Pemuda Sekitar TPST Piyungan Lirik Budi Daya Magot

erfan erlin
Warga sekitar TPST Piyungan mendapatkan pengolahan magot. (foto: istimewa)

Masyarakat sebenarnya menuntut agar TPST Piyungan ditutup secara permanen. Mereka juga berusaha membantu pemerintah mencari solusi permasalahan sampah, salah satunya dengan budi daya Magot. Magot dianggap paling efektif terutama untuk mengatasi masalah sampah organik.

“Selain mengatasi sampah, magot juga memiliki nilai ekonomi, nanti kalau masyarakat tertarik budidaya magot, maka kami akan carikan solusi," ujar dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho menyambut baik langkah yang diambil para pemuda di Padukuhan Banyakan tersebut. Karena magot merupakan salah satu solusi yang tepat untuk menangani persoalan sampah organik.

"Jadi magot itu timbul dari masalah sampah organik. Kalau dibudidyakan saya kira nanti persoalan sampah akan teratasi sampai target 2025 Bantul bebas sampah bisa tercapai," kata dia.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Air Bersih Mengalir di Sikka, Program Perindo Alirkan Harapan dan Ekonomi Warga

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Bantul, Pelaku Tersinggung Ucapan Korban saat Pesta Miras

57 tahun lalu

Pembunuhan Pria di Bantul Terungkap, 2 Pelaku Sempat Ikut Melayat Korban

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal