Di setiap zona, dibatasi jumlah kuota pengunjung. Setiap zona hanya dibatasi maksimal sebanyak 500 pengunjung. Ada petugas Jogoboro yang melakukan pemantauan di lapangan.
"Bagi wisatawan ada yang bingung menggunakan sistem scan barcode ada juga yang lancar-lancar saja. Kebanyakan yang masih bingung itu orang tua. Kami juga harus sabar untuk membimbing mereka," ucapnya.
Salah satu pengunjung asal Solo bernama Sinta (20) mengatakan jika sebelum datang ke Malioboro dia juga sudah mempersiapkan diri untuk mampu melakukan protokol pencegahan penularan Covid-19. Seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, dan tidak lupa untuk melakukan scanning barcode sebelum memasuki zona Malioboro.
"Gak bingung, karena gampang juga penerapannya. Lumayan sering juga ke Malioboro. Soal satu lajur juga sudah faham karena memang sudah tertera di jalan pedestrian," ujar Sinta yang berkunjung ke Malioboro bersama dengan temannya.
Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Petugas Jogoboro Kewalahan Hadapi Wisatawan di Malioboro"