Peneliti UGM Sebut Warganet Tak Serius Tanggapi New Normal

Agregasi Harianjogja
Ilustrasi new normal. (Foto: Istimewa)

"Ada lima jenis akun yang mendominasi percakapan, seperti akun pejabat publik, lembaga pemerintah, media daring, mention confess (menfess), dan akun populer Twitter," ujar Iradat.

Dalam akun menfess dan populer Twitter, warganet merasa pemberlakuan new normal terlalu dini. Mereka juga memberikan kritik melalui candaan dan bahasa sarkasme, bahkan tanggapan terhadap wacana ini menurut Iradat diwarnai meme atau gurauan yang tidak berkaitan langsung dengan wacana new normal.

Peneliti melihat terdapat kebingungan di masyarakat mengenai protokol pelaksanaan new normal. Dia merekomendasikan pengkajian ulang penerapan new normal beserta perumusan protokol kesehatan yang lebih komprehensif dan mendetail untuk menghindari kebingungan masyarakat.

"Protokol yang komprehensif dan mendetail ini juga berkaitan dengan komunikasi publik, karena sering kali komunikasi dari pemerintah itu tidak utuh. Padahal, warganet di Twitter itu cenderung kritis," katanya.

Selain itu, dia juga menyarankan akun lembaga publik untuk turut serta mengampanyekan new normal. Hal itu terbukti dari sedikitnya cuitan soal sosialisasi new normal tersebut.

"Akun pejabat publik sering mengampanyekan ini, tapi akun lembaganya justru tidak. Padahal itu perlu," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul "Peneliti UGM: Warganet Tak Serius Tanggapi "New Normal"

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Longsor Susulan Intai Warga Banjarnegara, Ditemukan Rekahan Membentuk Pola Tapal Kuda

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Rizal Galih, Lulus S2 UGM dengan IPK Sempurna dalam Waktu 22 Bulan

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Amanda Eka Lupita Lulusan Termuda S2 UGM, Raih Gelar Master Usia 22 Tahun

57 tahun lalu

Heboh Meteor Jatuh di Langit Cirebon, Ternyata Punya Sisi Positif dan Bahaya Mematikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal