Aktivitas kegempaan di antaranya gempa guguran sebanyak 56 kali dengan amplitudo 2-30 mm berdurasi 19.92-155.88 detik, lalu 5 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan Amplitudo 2-8 mm, S-P 0.3-0.8 detik dan durasi: 5.96-7.4 detik. Kemudian sekali gempa vulkanis dangkal dengan amplitudo 40 mm, durasi 8.96 detik
"1 kali gempa tektonik jauh amplitudo 5 mm, S-P tidak terbaca, durasi 181.44 detik," tulis BPPTKG.
Menurut BPPTKG, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sementara lontaran material vulkanis bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Dari data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran dalam daerah potensi bahaya.
"Masyarakat kami imbau agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya dan selalu mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanis dari erupsi Gunung Merapi," tulis BPPTKG.