"Layanan pemberian imunisasi juga dipisahkan dengan layanan pasien yang sakit, misalnya untuk ruang tunggu karena yang datang untuk memperoleh imunisasi harus dalam kondisi sehat. Harapannya tidak tertular penyakit,” kata Endang.
Endang melihat banyak warga yang memilih menunda kunjungan ke fasilitas layanan kesehatan untuk mengakses pelayanan imunisasi bayi. Apalagi adanya aturan "tetap berada di rumah" untuk mencegah penularan virus corona.
Dia menyarankan orang tua berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan kalau ingin menunda imunisasi anak. Penundaan jadwal imunisasi anak masih bisa ditoleransi hingga dua pekan.
"Sejak Maret memang ada penurunan kunjungan untuk mengakses layanan imunisasi, khususnya untuk polio, karena memang vaksinnya sampai saat ini belum tersedia," katanya.
Namun demikian, Endang memastikan, vaksin untuk program imunisasi wajib lainnya tersedia dalam jumlah yang cukup. Hingga saat ini, cakupan pelayanan imunisasi pada bayi baru mencapai 16,4 persen di Kota Yogyakarta.