“Mahasiswa kampus mana dan di mana, juga belum diketahui. Berilah kami kesempatan mengusut kasus ini lebih menyeluruh,” ucapnya.
Terkait kejadin itu, Kapolda mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas kasus ini. Polisi akan mnegusut kasus tersebut sampai tuntas. Dari pemeriksaan sejumlah saksi dan korban, hanya ada satu pelaku. Sedang informasi pelaku lain di luar masih simpang siur.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti milik pelaku di antaranya sebuah pedang samurai, ijazah di dalam tas, dan beberapa dokumen lainnya. Polisi juga belum bisa menyimpulkan dan mengaitkan apakah pelaku ada jaringan dengan terorisme atau latar belakang lain. “Belum ada kita masih dalami, kita belum berani menyimpulkan,” ucapnya.
Rencananya, Kapolda mengumpulkan tokoh agama, masyarakat yang ada di DIY, termasuk pengurus dan pegiat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Masyarakat harus tenang dan jangan mudah terpancing, untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah. “Jaga kondusivitas DIY, ini memang jadi keprihatinan bersama. Silakan masyarakat beribadah, Polri akan menjaga,” tandasnya.