"Kebutuhan ini dipastikan bisa terpenuhi dengan ketersediaan pasokan hingga 24 liter per detik. Kebutuhan air akan kita ambilkan dari pengolahan air baku di Bendung Sapon," ujar dia.
PDAM, kata dia, juga mempersiapkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan bandara NYIA ketika semua proses pembangunan selesai.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, sistem pasokan air bersih di bandara berbeda dari jaringan untuk rumah tangga. Penyediaan air bersih untuk bandara ini terbilang bukan investasi yang murah.
Penyiapan jaringan dan water treatment (pengolahan air) paling tidak membutuhkan anggaran Rp200 miliar hingga Rp 300 miliar. "Kita akan kerjasama dengan BBWSO untuk penyiapan saluran primernya," kata dia.