Panglima juga menjelaskan, memutus rantai penyebaran Covid-19 merupakan suatu pekerjaan yang tidak ringan. Mereka harus memulai dari mendapatkan notifikasi terkait kasus konfirmatif, kemudian menelusuri dan mewawancarai masyarakat yang tertular atau yang kontak erat ketika ditemukan kasus positif Covid-19.
“Permasalahan di lapangan tidak mudah untuk mencari orang yang terpapar Covid-19. Petugas harus mencari satu persatu masyarakat yang disinyalir melakukan kontak dengan orang yang postif Covid-19,” katanya.
Saat ini, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menelusuri kasus Covid-19. Pertama dengan cara digital yang dilaksanakan oleh tracer digital dan yang kedua tracer lapangan.
“Jika tracer digital menemui kendala, maka dilakukan tracer lapangan untuk mewawancarai langsung masyarakat yang menjalin kontak erat dengan pasien Covid-19,” ujar Panglima TNI.
Menurut Panglima TNI, wilayah Maguwoharjo ini zonasinya masuk pada kategori kuning dan hijau. Hal itu berkat kerja keras para tenaga tracer digital dan tracer lapangan serta seluruh tenaga kesehatan yang ada di wilayah ini.