Pakar Genetik UGM: Belum Ada Bukti Varian Delta Plus Lebih Berbahaya

Kuntadi
varian Delta Plus (Info Grafis: iNews.id)

YOGYAKARTA, iNews.id – Virus Corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 terus bermutasi secara alami dan telah menghasilkan Varian Delta Plus. Meski begitu belum ada bukti riset varian ini lebih ganas dan berbahaya. 

“Varian Delta Plus ini merupakan hasil mutasi alamiah pada virus termasuk Sars-Cov2, namun hasil mutasi ini tidak selalu lebih berbahaya,” kata Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Gunasi, Senin (15/11/2021). 

Menurutnya, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan lebih ganas atau lebih mudah menular dibandingkan varian induknya, varian Delta. Otoritas Kesehatan Inggris juga baru menggolongkan menjadi Variant Under Investigation, belum VOI ataupun VOC.

Varian ini muncul di Inggris dan saat ini sudah terdeteksi sampai di Malaysia. Agar tidak menular di Indonesia perlu upaya memperketat di perbatasan.

“Untuk mencegah penyebaran varian ini harus dilakukan antisipasi termasuk di perbatasan antarnegara,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sosok Irjen Kalingga Rendra Raharja, Diberi Amanah Baru Jadi Kapolda NTB

57 tahun lalu

Kapolda Malut Mutasi 361 Personel, Perwira hingga Bintara

57 tahun lalu

Rekam Jejak Mayjen Hendy Antariksa Pangdam I/Bukit Barisan, Jenderal Kopassus SAT-81 Gultor

57 tahun lalu

Kapolda NTT Mutasi 314 Personel, Bintara hingga Perwira

57 tahun lalu

Sosok Mayjen Bangun Nawoko, Prajurit Kostrad Diangkat Jadi Pangdam XIV/Hasanuddin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal