Miliarder di Tuban Kehilangan Pekerjaan, Pakar UGM: Pemerintah Harus Beri Pendampingan

Kuntadi
Warga kampung miliarder Tuban menyesal telah menjual lahan ke pertamina. (Foto: iNews.id)

Fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di Tuban, namun di daerah lain yang ada proses ganti rugi lahan. Selama ini kompensasi dianggap selesai setelah warga menerima uang pengganti. 

Tidak ada arahan dari pemerintah terkait penggunaan uang, menjadikan warga terjebak dalam budaya konsumtif. Jika membuka usaha cenderung sama dengan warga yang lain sehingga gagal dalam merintis usaha. 

“Agar tidak terulang perusahaan bisa memberikan bekal keterampilan yang dapat mendorong masyarakat untuk merintis UMKM,” ujarnya. 

Kasus di Tuban harus menjadi pelajaran untuk kedepannya. Jangan sampai proyek-proyek pembangunan justru memarginalisasikan masyarakat kecil dengan munculnya masyarakat miskin dan pengangguran.

“Pemerintah harus memberikan pendampingan manajemen keuangan dan membentuk mental masyarakat untuk  berpikir jangka panjang. Jika mungkin kompensasi bisa berupa profesi profesi, pelatihan dan keterampilan,” ujarnya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pesan Zainal Arifin Mochtar ke Pelaku Teror: Jangan Jualan Polisi untuk Nakutin Orang

57 tahun lalu

Longsor Susulan Intai Warga Banjarnegara, Ditemukan Rekahan Membentuk Pola Tapal Kuda

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Rizal Galih, Lulus S2 UGM dengan IPK Sempurna dalam Waktu 22 Bulan

57 tahun lalu

Tragis! 3 Pekerja Galian Kilang Minyak Tewas Tertimbun di Penajam Paser Utara

57 tahun lalu

Kisah Inspiratif Amanda Eka Lupita Lulusan Termuda S2 UGM, Raih Gelar Master Usia 22 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal