"Saat digeledah, petugas mendapati ada tujuh ponsel di tasnya. Awalnya dia mengaku barang-barang tersebut bukan hasil mencopet," ujar dia.
Petugas selanjutnya berkoordinasi dengan panitia pengajian. Setelah mengumpulkan jemaah, beberapa dari mereka mengaku kehilangan ponsel dengan identifikasi mirip seperti yang ada di tangan DP.
"Pelaku akhirnya mengakui mencopet karena terdesak kebutuhan. Dia menjadi tulang punggung keluarga," katanya.
DP mengaku, nekat mencuri karena alasan ekonomi keluarga. Dia merupakan anak ke-10 dari 13 bersaudara, sedangkan ibunya saat ini sedang sakit.
"Karena ekonomi. Saya butuh uang," ujar dia.